Gerakan Masyarakat Sosial Memperjuangkan Kekerasan Wanita

Gerakan Masyarakat Sosial Memperjuangkan Kekerasan Wanita

Gerakan Masyarakat Sosial Memperjuangkan Kekerasan Wanita – Gerakan dengan tagar MeToo membuat kasus tertutup pelecehan seksual lainnya ingin diungkap. Kembali menjadi sorotan internasional pada awal bulan ini setelah mantan produser Hollywood Harvey Weinstein dijatuhi hukuman 23 tahun penjara karena pemerkosaan dan pelecehan seksual. Hal Itu mungkin yang paling diikuti dari serangkaian skandal yang menjatuhkan karier banyak wajah terkenal industri film AS. Seperti Kevin Spacey, yang karakternya dihapus dari acara Netflix populer House of Cards.

Gerakan Masyarakat Sosial Memperjuangkan Kekerasan Wanita

Skeptisisme dan pemecatan – gerakan Tagar MeToo dalam wacana publik Ceko

Di Republik Ceko, kita tidak seperti di Amerika. Tidak akan ada pintu air yang terbuka jika kasusnya menyangkut laporan kasus pelecehan seksual di masa lalu atau yang sedang berlangsung saat itu. Pengakuan yang sedikit dan tidak banyak yang dapat dipublikasi untuk dicatat oleh masyarakat. Membuat hal ini menjadi Fakta, bahwa banyak yang percaya #MeToo sebagai akses dan pintu awal dari gerakan feminis yang lebih luas.

Posisi ini mungkin paling baik diringkas dalam sebuah wawancara televisi oleh mantan Ketua Senat Jaroslav Kubera yang sekarang sudah meninggal. Kami tidak percaya dengan statistik itu. Kami sama sekali tidak sengaja untuk menggelembungkan tagar MeToo agar kaum ultra feminis semacam itu bisa mencari nafkah dari mereka. www.lilandcloe.com

Pada saat yang sama kami ingin mengatakan bahwa kami tidak meremehkan masalah ini. Karena banyak dari kaum Wanita juga mengalami pelecehan dalam keluarga dan tidak hanya secara seksual, tetapi melalui kekerasan fisik. Seperti kami sudah idak percaya bahwa seorang dokter atau hakim dari pengadilan dapat memukuli istri mereka.

Salah satu dari mereka yang tidak setuju dengan sudut pandang ini dan mengatakan statistik sebenarnya yang jauh lebih rendah dari pada jumlah sebenarnya dari kasus pelecehan seksual yang di publikasi terjadi. Silvie Lauder, merupakan seorang jurnalis di majalah mingguan terkemuka di negara itu. Respon baik yang telah mengikuti topik pembicaraan dari tagar Me Too sudah sejak lama. Tetapi baru-baru ini silvie dapat berbicara secara subjektif kepada Lenka KabrhelovĂ¡ dari Radio Ceko.

Saya pikir terdapat alasan mengapa hanya ada sedikit kasus wanita yang memberanikan diri untuk melaporkan pelecehan seksual sejak gerakan tagar Me Too ini dilakukan. Hal ini merupakan hal yang umum dilakukan masyarakat ceko, dimana mereka dipengaruhi oleh banyak pihak yang berpengaruh. Misalnya, cara media menginformasikan masalah ini. Berita tentangnya seringkali sangat disederhanakan. Seolah-olah membingkainya sebagai masalah dalam bisnis pertunjukan, seperti masalah Amerika dan hal-hal dangkal lainnya yang terjadi 30 tahun yang lalu.

Tetapi mereka yang cenderung mengomentari tuduhan pelecehan seksual, merupakan sebuah politisi hak laki-laki. Dimana hal ini dapat menunjukan menunjukkan kepribadian bisnis yang sering menggunakan ejekan. Salah satu contohnya adalah seksuolog Ceko Radim Uzel, yang menolak secara mentah-mentah gerakan tersebut selama konferensi di Universitas Charles. Beliau mengatakan bahwa tagar MeToo dapat membuat dirinya mendapatkan hukuman penjara seumur hidup, untuk seluruh suster perawat yang patatnya pernah dirinya tampar.

Dalam wawancara berikutnya di situs berita Info.cz, dia membela pendiriannya terhadap tagar MeToo, khususnya dalam kasus Harvey Weinstein dengan kata-kata berikut. Apa penyebab di balik ini? Beberapa wanita, misalnya, ingin menjadi aktris terkenal dan sutradara menyentuh pahanya. Saat itu dia tidak punya masalah dengan itu. Sebaliknya, dia senang sutradara memperhatikannya dan mungkin sebagai hasilnya dia bahkan menjadi aktris terkenal. Tetapi tiga puluh tahun kemudian, dia bukan lagi bintang seperti sebelumnya. Dia harus tetap fokus padanya. Jadi dia ingat sesuatu yang telah terjadi pada dirinya tiga puluh tahun yang lalu.

Namun, situasi sebenarnya seringkali lebih bernuansa, terutama ketika korban dilecehkan oleh individu yang berkuasa. Setidaknya dalam kasus Harvey Weinstein, terdakwa secara aktif mencoba menghalangi korbannya untuk melaporkan apa yang telah terjadi, bahkan sampai menyewa mata-mata pribadi. Masalah lebih lanjut yang dia identifikasi sebagai alasan di balik rendahnya resonansi kepada tagar MeToo adalah rendahnya jumlah wacana tentang subjek pelecehan seksual. Sehingga banyak orang Ceko tidak benar-benar menyadari perilaku apa saja yang dapat diklasifikasikan sebagai pelecehan seksual atau kekerasan.

Jelas dari berbagai survei bahwa orang Ceko memiliki gagasan yang sangat tidak memadai tentang apa sebenarnya kekerasan seksual itu dan seberapa banyak kekerasan itu terjadi. Misalnya, survei Eurobarometer yang baru-baru ini dilakukan. Survey ini menunjukkan bahwa orang Ceko berada di peringkat terendah dalam hal melihat masalah tersebut tersebar luas. Dibandingkan di negara lain, pelecehan seksual juga terjadi seperti di sini, tapi setidaknya ada orang yang menyadarinya.

Survei lain menunjukkan bahwa orang Ceko tidak tahu berapa banyak kasus pelecehan seksual seperti permerkosaan yang terjadi. Masih ada klise bahwa pemerkosaan hanya dilakukan oleh orang asing dalam perjalanan dari klub ke rumahnya. Sehingga hal ini membuat kita mengetahui akar masalahnya berada pada normal sosial masyarakat ceko.

Mengingat faktor-faktor ini, Lauder mengatakan dia tidak terkejut bahwa perempuan takut melaporkan pelecehan Terutama karena melaporkan kasus seperti itu, yang mana dapat mengarah pada kampanye permusuhan yang kuat terhadap korban pelecehan.

Di sisi lain, para kritikus menyatakan bahwa kasus yang sama pernah terjadi pada terdakwa, yang mungkin tidak bersalah tetapi segera disorot dengan bukti yang belum terbukti kuat. Mereka takut akan preseden, di mana aturan peradilan mulai dari tidak bersalah sampai terbukti bersalah dihapus.

Masalah lain yang sering dikutip dalam laporan tentang subjek, termasuk di Republik Ceko, adalah bahwa mereka yang melakukan pemerkosaan sering kali berasal dari lingkaran kenalan korban. Hal ini membuat korban sulit dalam membuat laporan kejahatan. Menurut beberapa perkiraan, hanya satu dari sepuluh kasus pemerkosaan yang benar-benar dilaporkan.

Gerakan Masyarakat Sosial Memperjuangkan Kekerasan Wanita

Apakah #MeToo berpengaruh meskipun ada rintangan?

Terlepas dari kesulitan-kesulitan ini, jumlah pemerkosaan yang dilaporkan memang meningkat sedikit tahun lalu di Republik Ceko, berjumlah 525 antara Januari hingga Agustus. Meskipun ini bisa berarti bahwa lebih banyak pemerkosaan yang terjadi secara rata-rata. Lauder berharap itu merupakan pengaruh dari penggunaan tagar MeToo dalam hal membuat wanita terbuka tentang kekerasan seksual yang dialaminya.

Artinya, perempuan yang mayoritas menjadi korban kekerasan seksual tidak perlu terlalu takut lagi untuk melaporkan kasusnya. Karena mereka melihat yang melaporkan kasus yang sama seperti dirinya, bukanlah mereka sendiri. Tetapi disisi lain juga, kasus Harvey Weinstein memiliki peran yang cukup penting. Dimana memberikan harapan bahwa mereka yang berkuasa dan berpikir bahwa mereka di atas hukum ternyata setara di mata keadilan.

Kami berpikir hal ini memberi orang kekuatan untuk melapor ke polisi, yang sangat positif. Berdasarkan wawancara yang dia lakukan, Lauder mengatakan bahwa sebelum  adanya tagar MeToo banyak wanita percaya bahwa masalahnya terdapat didalam diri mereka. Tetapi mereka mendapatkan kepercayaan diri setelah mereka mengetahui melalui kampanye publik bahwa sebenarnya ada banyak korban seperti mereka.